Tiga Boeing dan Satu Twin Otter Merpati Dikandangkan

Maskapai Merpati Airline dan Pemkab Merauke sejak Selasa (16/2/2010) malam, mengandangkan tiga pesawat Boeing 737-200 (KLI, AOBA, Bugodi) dan satu pesawat Twin Otter bernama Musamus di Bandara Mopah Merauke Papua. Keempat pesawat ini dikelola bersama antara Merpati dan Pemkab Merauke.

Kejadian ini menyebabkan lebih dari seratusan penumpang telantar di bandara karena pembatalan satu-satunya jasa layanan udara di Merauke ini. Kepala Bandara Mopah, Herson, Rabu siang, mengatakan penerbangan ini tidak terlalu mengganggu aktivitas calon penumpang. Pasalnya, Merpati telah mengirimkan pesawat Boeing 737 untuk memback-up calon penumpang yang akan keluar dari Merauke.

Sementara itu, General Manager Corporate Secretary Merpati, Sukandi mengakui tiga pesawat Boeing yang dikerjasamakan dengan Pemkab Merauke (KLI, AOBA, Bugodi) belum dapat melayani penerbangan keluar dari Merauke. “Terdapat beberapa pasal perjanjian kerjasama Pemkab Merauke dan Merpati yang harus dibahas dulu sebelum penerbangan lebih lanjut,” ujarnya.

Wings Operasikan Pesawat ATR 72-500

Wings Air, anak usaha Lion Air mulai besok akan mengoperasikan penggunaan pesawat baling-baling ATR 72-500. Pesawat

tersebut akan digunakan untuk melayani penerbangan di Indonesia Bagian Timur.

Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana menyebut penggunaan ATR tersebut merupakan yang pertama kalinya oleh Wings. Karena selama ini maskapai tersebut masih mengandalkan Boeing 737 dan McDonnel Douglas (MD).

“Dari 30 pesawat yang dipesan sejak 2008 lalu, tiga diantaranya telah siap dioperasikan melayani penumpang untuk rute Sulawesi, Maluku dan Papua dengan pusat di Manado,” kata Rusdi, Selasa (5/1).

Selain menggunakan dana internal, bank asal Inggris BNP Paribas juga memberikan pinjaman pembiayaan pembelian pesawat tersebut. Sayangnya, Rusdi mengelak jumlah dana yang dibutuhkan untuk pengadaan pesawat ATR itu.

Ia hanya memastikan dengan adanya pesawat berbadan kecil ini, rencana Wings untuk melayani rute-rute antar kabupaten terpencil bisa terwujud.

Karena pesawat ATR dengan kapasitas 70 penumpang tersebut bisa mendarat di bandara dengan panjang runway 1.100 meter. Runway

sepanjang itu hanya dimiliki oleh bandara perintis di kabupaten terpencil.

10 Maskapai Berbiaya Murah Paling Aman 2015

Keselamatan penerbangan merupakan faktor utama dalam industri aviasi, bahkan untuk maskapai Low Cost Carrier (LCC) sekalipun.

AirlineRatings.com yang diluncurkan pada Juni 2013 mengumumkan sepuluh perusahaan biaya rendah teraman tahun 2015 dari 449 maskapai.

Sistem rating AirlineRatings.com memperhitungkan faktor yang berhubungan dengan audit dari Federal Aviation Authority (FAA), negara asal maskapai memenuhi semua parameter keselamatan ICAO, lulus International Air Transport Association (IATA), lulus IATA Operational Safety Audit (IOSA), tidak masuk daftar hitam Uni Eropa, 10 tahun terakhir tanpa kecelakaan fatal dan armada maskapai telah didasarkan oleh otoritas keselamatan penerbangan. Sayangnya, operator asal Asia Tenggara tidak ada yang masuk daftar ini.

1. Aer Lingus (EI/EIN)

Maskapai nasional Irlandia ini didirikan pada 15 April 1936 beroperasi sebagai model murah yang menawarkan beberapa layanan kemewahan penuh pada rute jarak jauh. Aviation Safety Network mencatat hingga kini hanya mengalami tiga kecelakaan fatal dan enam insiden.

Aer Lingus dikenal sebagai maskapai tertua dan terbesar kedua setelah Ryanair di Irlandia. Saat ini menawarkan 77 tujuan dengan 47 pesawat yang berbasis di Dublin.

2. Alaska Airlines (AS/ASA)

Operator yang berbasis di Seattle, Amerika ini memiliki kinerja terbaik dari setiap maskapai di Amerika Utara selama tiga tahun berjalan. Alaska Airlines tidak memiliki kecelakaan fatal sejak 2000.

Menurut Aviation Law, sejak 1985 Alaska Airlines telah memiliki 88 korban jiwa, 79 insiden FAA, 9 insiden NTSB dan 84 pelanggaran/denda dari FAA di 1997-2000. Sementara Aviation Safety Network mencatat 16 kecelakaan dan insiden. Alaska memiliki 97 tujuan dan 137 armada.

3. Icelandair (FI/ICE)

Pembawa Reykjavik, Islandia ini mengoperasikan model bisnis penerbangan murah dengan Boeing 757. Icelandair tidak memiliki kecelakaan fatal sejak akhir 1970-an.

Icelandair didirikan pada 1937, saat ini melayani 36 tujuan di 16 negara dengan total 24 armada.

4. JetBlue (B6/JBU)

Merupakan airlines yang didirikan pada Agustus 1998 dengan nama NewAir. Memiliki basis utama di Jhon F. Kennedy, New York, AS, maskapai ini beroperasi dengan 204 pesawat ke 88 tujuan.

Suatu kehormatan menjadi yang terbaik maskapai murah di Amerika Utara dan Selatan. JetBlue tidak pernah mengalami kecelakaan fatal dalam sejarah perusahaan.

5. Jetstar (JQ/JST)

Maskapai teraman di dunia dari anak perusahaan Qantas. Jetstar yang berbasis di Melbourne tidak pernah mengalami kecelakaan dalam sejarah penerbangannya.

Jetstar mulai beroperasi sejak 2003 yang berpusat di Australia. Kemudian, menjadi perusahaan grup yang terdiri dari Jetstar Asia Airways, Valuair, Jetstar Pacific Airlines, Jetstar Japan dan Jetstar Hong Kong.

6. Kulula (MN/CAW)

Ini adalah satu-satunya maskapai dari Benua Hitam, sebagai pembawa Afrika Selatan terbaik dengan konsep penerbangan murahnya ke enam tujuan dengan 11 armada. Tim penilai memuji Kulula mempertahankan keselamatan, dan teknologi saat terbang dengan harga terjangkau. Maskapai ini belum pernah mengalami kecelakaan fatal.

Dalam bahasa setempat, Kulula yang berarti mudah ini mulai terbang sejak 2001 dari OR Tambo International Airport dan Lanseria International Airport.

7. Monarch Airliines (ZB/MON)

Dioperasikan pada 5 Juni 1967, Monarch berbasis di London sebagai maskapai bertarif rendah yang beroperasi, baik layanan terjadwal maupun charter liburan populer di seluruh dunia seperti Mediterranean, Canary Islands, Cyprus, Mesir, Yunani, Turki, Karibia, India dan Afrika.

Catatan keamanan Monarch adalah bebas dari kecelakaan fatal dari total 42 pesawatnya.

8. Thomas Cook (MT/TCX)

Ini adalah salah satu maskapai charter liburan terbesar di dunia dengan pusat di Manchester, Inggris. Operator yang didirikan pada 30 Maret 2008 ini juga terbang dari kota fokus di Belfast, Birmingham, Bristol, Cardiff, East Midlands, Glasgow, London Stansted dan Newcastle.

Operator ini belum pernah mengalami kecelakaan fatal. Pada 2013, Thomas Cook Airlines, Thomas Cook Airlines Belgium dan Condor bergabung membentuk Thomas Cook Group.

9. TUIfly (X3/TUI)

Merupakan maskapai besar Jerman khusus untuk charter. Ini juga tidak pernah mengalami kecelakaan.

Maskapai ini didirikan pada 2007 sebagai penggabungan dari Hapag Lloyd Flug dan Hapag Lloyd Express menjadi TUI Group (Touristik Union International). Kemudian memiliki anak perusahaan Arkefly, Corsair International, Jetairfly, Thomson Airways dan TUIfly Nordic.

10. WesJet (WS/WJA)

Ini adalah terbesar di Kanada sebagai maskapai murah. WestJet belum pernah mengalami kecelakaan fatal dalam perjalanan bisnis penerbangannya.

Didirikan pada 26 Februari 1996, WestJet meniru model bisnis Southwest Airlines dan Morris Air di Amerika Serikat. Pada 23 Juni 2013 WestJet mendirikan WestJet Encore, untuk penerbangan regional. Berbasis di Toronto kini memiliki 91 tujuan di 20 negara Amerika Utara, Tengah, Karibia, Kanada dan Eropa.

10 Januari 2017 AirAsia akan Buka Rute Baru Internasional

Terus memperkuat konektivitas melalui berbagai hub, maskapai penerbangan AirAsia meluncurkan  rute Internasional baru yang menghubungkan kota Johor Bahru, Malaysia dengan Jakarta.

Rencananya penerbangan  tersebut dibuka tiga kali seminggu dimulai 10 Januari 2017 menggunakan  armada Airbus A320 dengan kapasitas kursi 180 penumpang

“Kami sangat senang dapat mengumumkan rute internasional baru yang tidak hanya hubungkan masyarakat di Johor dan selatan Malaysia, tetapi juga masyarakat Indonesia untuk dapat mengunjungi alternatif destinasi lain di Malaysia,” ujar Head of Commercial AirAsia Berhad Spencer Lee

Lee menuturkan, AirAsia juga akan membuka rute penerbangan lainnya, dari Kuala Lumpur ke Solo. Rencananya, penerbangan perdana rutetersebut dijadwalkan 17 Januari 2017. Adapun harga tiket untuk rute penerbangan Jakarta – Johor Bahru dimulai Rp 299.000.

Sementara tiket rute Solo – Kuala Lumpur dimulai dari harga Rp 499.000. Harga tersebut untuk pemesanan hingga 13 November 2016 dengan periode perjalan 10 Januari dan 17 Januari.

Sementara itu CEO Grup AirAsia untuk Indonesia, Dendy Kurniawan seperti dilansir tribunnews mengatakan, peluncuran rute baru tersebut didasari oleh tingginya permintaan dari wisatawan Indonesia. Menurut dia, kedekatan geografis dan budaya antara Malaysia dan Indonesia menjadikan alasan negeri jiran salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia.

“Kami harap dibukanya rute Jakarta – Johor Bahru dan Solo – Kuala Lumpur dapat semakin memberikan tambahan pilihan destinasi liburan yang terjangkau untuk masyarakat di Indonesia, terlebih dengan ditawarkan harga spesial untuk perkenalkan kedua rute baru ini,” imbuhnya. (*/eq)

10 Bandara Disiapkan Antisipasi Gunung Agung

Sebanyak 10 bandara terdekat dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali siaga mengantisipasi meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem.

“Kami merancang ‘plan’ tersebut seandainya Bandara Ngurah Rai benar-benar ‘kolaps’ dan tidak berfungsi,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya ketika meninjau pengungsi di Gelanggang Olahraga (GOR) Sweca Pura, Kabupaten Klungkung, Kamis (28/9).

Dirinya memperkirakan terdapat 5.000 penumpang yang akan terdampak bila bandara Ngurah Rai ditutup akibat erupsi Gunung Agung.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Menhub mengatakan, telah menyiapkan dua rencana yaitu rencana pertama memindahkan penumpang ke rute Banyuwangi dan Praya, dan rencana kedua antara Banyuwangi dan Surabaya melalui jalur darat.

“Kita menyiapkan 100 bus untuk mobilisasi penumpang keluar Bali melalui Banyuwangi, Surabaya dan Praya. Dari jumlah 5.000 penumpang yang diperkirakan terdampak, 70 persennya diperkirakan akan keluar dari Bali. Sedangkan 30 persennya merupakan penumpang yang berasal dari Bali sehingga tidak diperlukan kendaraan untuk mengantar,” jelas Menhub.

Untuk penanganan penumpang selanjutnya, setelah tiba di Surabaya, Banyuwangi, dan Praya para penumpang diserahkan ke masing-masing maskapai penerbangan. Lebih lanjut Menhub mengatakan, kesepuluh bandara yang disiapkan adalah untuk alternatif pendaratan (divert) terhadap pesawat yang sudah terbang menuju Bali.

“Jadi pesawat akan didaratkan ke lokasi terdekat pesawat itu berada atau arah datangnya pesawat. Contohnya jika pesawat tersebut berada di posisi dekat bandara di Makassar, maka pesawat tersebut akan mendarat di sana (Makassar). Untuk pengalihan tersebut nanti Airnav yang akan melakukan,” terang Menhub. (*/NP)

1 Pesawat Lion Jadi Milik TNI AU

Sebagai bentuk kontribusi kepada TNI AU dalam mempertahankan kedaulatan NKRI, maskapai swasta Lion Air Group menyerahkan satu pesawat Boeing 737-400 kepada TNI Angkatan Udara.

“Penandatanganan serah terima pesawat Boeing 737-400 PK-LIW menjadi A-7308 ditandatangani Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait dengan Aslog Kasau Marsda TNI M. Nurullah, akhir pekan lalu di Batam,” kata Public Relations Manager Lion Air Group, Andy M Saladin  dikutip dari antara, Senin (10/10).

Boeing 737-400 dengan registrasi PK-LIW adalah pesawat “narrow body” bermesin ganda dengan kemampuan untuk penerbangan jarak pendek atau menengah dan mempunyai kapasitas tempat duduk 168 kursi.

“Ini merupakan wujud nyata dari komitmen Lion Air Group dalam memberikan dukungan penuh kepada TNI, khususnya TNI AU dalam menjalankan tugasnya” ujar Edward Sirait, Direktur Utama Lion Air seperti dikutip Andy.

Penyerahan pesawat dilakukan di pusat perawatan Pesawat Lion Air Group, Batam Aero Teknik dan disaksikan secara langsung oleh Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna dan co founder Lion Air Group Rusdi Kirana. (*/Rf)

1 Mei, Penerbangan Internasional Garuda Indonesia Pindah Ke Terminal 3 Soetta

PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola bandara Soekarno-Hatta memastikan, mulai 1 Mei 2017, seluruh pelayanan penerbangan Internasional Garuda Indonesia (Garuda) berpindah dari terminal 2 ke terminal 3. Penerbangan perdana adalah GA824 rute Jakarta-Singapura dijadwalkan berangkat pada pukul 06.10 WIB.

Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura II (Persero) Djoko Murjatmodjo mengatakan, semua penerbangan internasional maskapai Garuda Indonesia yang semula berada di terminal 2, pada 1 Mei 2017 nanti akan beralih ke terminal 3.

“Operasi terminal 3 untuk internasional Garuda sejak 1 Mei 2017 pukul 00.00 WIB dan keberangkatan melalui gate 1 dan 2,” kata Djoko di Kantor Pusat AP II, Tangerang, Selasa (25/4/2017).

Sementara maskapai yang lain akan tetap beroperasi di terminal 2 dan akan ada pemberitahuan lebih lanjut setelah nanti siap semuanya,” tutur Djoko.

Dibukanya Terminal 3 untuk penerbangan internasional ini dilengkapi dengan fasilitas modern yang ada di dalamnya. Dia berharap hal ini dapat membuat Bandara Soekarno-Hatta semakin membantu pertumbuhan perekonomian dan perkembangan industri pariwisata Indonesia. (*/NP)

1 Maret 2015 Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu Hapus Loket Tiket

PT Angkasa Pura II (Persero) menginformasikan bahwa terhitung 1 Maret 2015 layanan penjualan tiket penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Kualanamu ditiadakan.

Kebijakan tersebut merujuk kepada Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor HK 209/I/I/16/PHB.2014 tentang Peningkatan Pelayanan Publik di Bandara yang diantaranya menyatakan meniadakan ruangan penjualan tiket penerbangan di gedung terminal.

Seluruh loket penjualan tiket akan berubah fungsi menjadi konter pelayanan pelanggan atau customer service yang dioperasikan oleh maskapai.

Pemegang tiket penerbangan dapat melakukan melakukan perubahan jadwal penerbangan, perubahan rute penerbangan, melakukan proses refund, dan pembatalan penerbangan di konter customer service ini.

1 Desember Batik Air Terbang ke Silangit – Info Penerbangan

Sebagai bentuk komitmen mendukung pariwisata Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara, Lion Air group mengajukan rute penerbangan ke Bandara Silangit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang ke Kementerian Perhubungan dan sudah mendapat persetujuan.

1 Desember 2017 nanti sudah bisa di operasikan, melalui maskapai Batik Air, Penerbangan perdana Batik Air ke Bandara Internasional Silangit menggunakan pesawat dengan jenis Airbus 320. Batik Air menyediakan 12 kursi bisnis dan 144 kursi ekonomi,  demikian disebutkan Pesiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait.

“Penerbangan Cengkareng-Silangit didedikasikan untuk menunjang sektor pariwisata setempat, agar mencapai target wisatawan mancanegara sekitar 20 juta orang pada 2019 yang tentunya juga akan berdampak positif secara ekonomi global,” katanya, Rabu (15/11/2017).

Penerbangan Cengkareng-Silangit pulang pergi, dilakukan sehari sekali. Jadwal pemberangkatan dari Cengkareng dengan nomor penerbangan ID 6832 pukul 09.35 dan tiba di Silangit pukul 11.45. Sebaliknya, pemberangkatan dari Silangit dengan nomor penerbangan ID 6833 pukul 12.20 dan tiba di Cengkareng pukul 14.30 WIB. (Eky Fajrin)

Mengenal Lebih Dekat Mesin Jet

Salah satu peralatan penghasil tenaga untuk pesawat terbang adalah mesin jet. Jika dibandingkan dengan pesawat terbang yang bermesin propeler, maka pesawat dengan mesin jet bisa memberikan kecepatan pesawat yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pesawat terbang yang bermesin propeler.

Prinsip dasar mesin jet adalah pembakaran yang menghasilkan panas dan temperatur yang tinggi. Akibat adanya panas dan temperatur yang tinggi tersebut, kecepatan udara yang keluar dari tempat pembakaran sangat cepat, dan ini berarti memberikan tenaga yang besar juga.

Secara umum, bagian-bagian utama suatu mesin jet adalah meliputi: inlet, compressor, burner, turbine dan nozzle.

Inlet

Posisi inlet terletak di bagian depan mesin jet di depan compressor. Fungsi utama suatu inlet adalah sebagai tempat masuknya udara yang diperlukan untuk terjadinya suatu pembakaran di dalam ruang bakar (burner). Dalam merancang suatu inlet, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa bentuk inlet harus disesuaikan dengan kecepatan yang diinginkan atau kecepatan operasi mesin jet tersebut.

Secara ringkas, inlet dikelompokkan dalam dua kelompok, yaitu subsonic inlet dan supersonic inlet. Subsonic inlet digunakan pada pesawat dimana kecepatannya pada regime di bawah kecepatan suara. Sedangkan supersonic inlet adalah inlet yang digunakan untuk pesawat dimana kecepatannya bisa melebihi kecepatan suara. Bentuk keruncingan bagian depan inlet dirancang sedemikian hingga udara yang masuk ke dalam mesin jet sesuai dengan yang diinginan.

Perancangan ujung depan inlet ini tentunya dengan memperhatikan kaidah-kaidah aerodinamika. Untuk supersonic inlet, bagian depan inlet berbentuk lebih runcing dibandingkan inlet untuk kecepatan subsonic, hal ini dikarenakan terjadinya shock wave pada saat kecepatan di atas kecepatan supersonic.

Turbin penggerak

Turbin penggerak ini berfungsi untuk menggerakkan compressor. Turbin penggerak ini terletak di bagian belakan setelah ruang pembakaran. Temperatur di bagian turbin penggerak ini sangat tinggi sebagaimana di ruang pembakaran, sehingga perlu material yang tahan leleh pada temperature yang sangat tinggi. Temperatur pada bagian ini bisa mencapai 1700o C. Untuk bisa mendapatkan tenaga penggerak yang cukup, turbin penggerak ini bisa terdiri atas beberapa tingkat. Masalah utama dalam turbin penggerak ini adalah bahwa blade-blade pada turbin harus mampu menahan beban yang terjadi pada temperatur yang tinggi tersebut, serta mempunyai life time yang lama.

Compressor

Fungsi daripada suatu compressor ini adalah untuk menaikkan tekanan yang mengalir dari inlet sebelum masuk ke ruang pembakaran. Ada dua jenis compressor, yaitu compressor axial dan centrifugal.

Suatu compressor dikatakan compressor axial dikarenakan aliran yang masuk melalui compressor memiliki arah yang parallel sumbu putar compressor. Jika aliran udara yang masuk berarah tegak lurus terhadap sumbu putar, maka compressor tersebut dikatakan compressor centrifugal.

Burner

Burner merupakan ruang dimana proses pembakaran terjadi. Pada ruang ini, bahan bakar dimasukkan ke dalam udara yang terkompressi, sehingga terjadilah pembakaran. Adanya proses pembakaran ini akan meningkatkan temperature dan juga tekanan udara di ruang baker tersebut yang selanjutnya akan mengalir ke nozzle.

Nozzles

Nozzle merupakan bagian paling akhir suatu mesin jet. Bentuk suatu nozzle sangat berpengaruh sekali terhadap thrust yang akan dihasilkan. Perancangan bentuk nozzle ini dilakukan dengan menerapkan perhitungan-perhitungan aerodinamika yang sangat teliti, karena perubahan yang kecil terhadap bentuk suatu nozzle akan sangat mempengaruhi thrust yang dihasilkan. (*)

Sumber : Tabloid Aviasi Oktober 2009